Harian Dewata

Wisdom Masuk Bali Mulai Meningkat Lewat Pelabuhan Gilimanuk

Sejak penghapusan rapid test antigen bagi pelaku perjalanan yang sudah vaksin kedua atau ketiga, mulai ada peningkatan pengguna jasa penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk. Namun, peningkatan arus lalu lintas orang dan kendaraan masuk Bali masih belum signifikan. Di sisi lain, penghapusan rapid test terebut membuat sejumlah klinik rapid test antigen tutup. Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (13/3) siang, arus lalu lintas penyeberangan orang dan kendaraan masih normal. Belum ada lonjakan arus masuk Bali seperti sebelum Pandemi Covid-19 meski syarat untuk masuk Bali melalui pelabuhan dipermudah. Berbeda dengan kondisi akhir pekan lalu, dari hari Jumat hingga Sabtu, arus penyeberangan masuk Bali padat dengan wisawatan yang masuk Bali.

Berdasarkan data produksi Pelabuhan Gilimanuk yang masuk Bali, pada hari Jumat (10/3) lalu, sebanyak 10.560 orang masuk , mobil pribadi 749 unit dan bus sebanyak 138 unit. Padahal sebelumnya hanya sekitar 100 bus per hari yang masuk Bali. Jumlah bus yang didominasi oleh wisatawan domestik ini mengalami peningkatan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Penghapusan rapid test antigen bagi pelaku perjalanan menggunakan transportasi laut ini, disambut positif para pengelola akomodasi wisata. Sejak pengahapusan rapid test antigen masuk Bali bagi yang sudah vaksin lengkap, rumah makan yang selama ini melayani wisatawan domestik meningkat dibandingkan saat diberlakukan rapid test. Setelah rapid test dihapus. Sudah ada peningkatan tamu yang datang, pesanan semakin banyak,” kata salah satu pengelola rumah makan yang selama ini melayani wisatawan domestik.

Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol I Gusti Putu Dharmanatha mengatakan, pelabuhan Gilimanuk setiap akhir pekan memang ada peningkatan penyeberangan yang masuk Bali. Setelah ada penghapusan rapid test antigen, juga ada peningkatan arus penyebrangan orang dan kendaraan. Memang setiap akhir pekan ada peningkatan wisatawan yang masuk Bali, apalagi sekarang syaratnya sudah lebih mudah,” ujarnya.

Menyikapi surat edaran terkait dengan pelaku perjalanan, khusus untuk Pelabuhan Gilimanuk diprediksi akan meningkatkan penyebrangan. Karena itu, kepolisian tetap melakukan pengamanan seperti sebelumnya. Pihaknya memperketat dengan pemeriksaan surat-surat kendaraan dan barang bawaan pelaku perjalanan, baik pelaku perjalanan yang keluar maupun masuk Bali.

Mengenai peningkatan arus lalu lintas orang setelah penghapusan syarat rapid test antigen ini, sudah diantisipasi aparat keamanan. Sebelumnya, Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan untuk pengamanan di pintu masuk Bali, khususnya Gilimanuk tetap ditekankan dengan syarat sesuai protokol kesehatan mengikuti Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nasional nomor 11 tahun 2022 tentang ketentuan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).

Para pelaku perjalanan yang masuk Bali tetap mentaati himbauan protokol kesehatan ketat.  Prokes terutama terkait pemakaian masker dan menghindari kerumunan. Prokes ini sudah menjadi sebuh kebiasaan baru yang tetap harus dipatuhi untuk kebaikan bersama. Momentum ini harus betul-betul disikapi dengan penuh kesadaran masyarakat agar bisa bangkit dan tetap sehat dengan pola interaksi dengan kebiasaan baru,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah klinik rapid test antigen sepanjang Jalan Denpasar – Gilimanuk, sudah banyak yang tutup. Dari total 14 klinik yang ada di Jembrana, hanya sekitar 5 klinik yang masih beroperasi. Karena banyak klinik rapid test antigen yang tutup, calo atau peluncur tidak ada lagi di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Mengenai calo atau peluncur rapid test yang selama ini meresahkan pelaku perjalanan karena mencegat di tengah jalan, bahkan memaksa pelaku perjalanan sehingga membahayakan pengendara dan calo itu sendiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published.