Harian Dewata

Sikapi Pemilu Secara Rasional dan Damai

Masyarakat dan elit politik diajak untuk berfikir sehat secara rasional menyikapi pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) serentak 2024. Berpolitik yang santun diharapkan bisa mewujudkan suasana demokrasi menjadi damai. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memasuki tahun politik berbagai tokoh masyarakat mengharapkan agar Pemilu 2024 berjalan dengan damai. Pemilu sebagai salah satu pilar demokrasi harus disikapi secara rasional bukan emosional.

Menyikapi pemilu secara rasional, berarti berbicara tentang siapa calon yang memiliki kemampuan, memiliki potensi, memiliki kelayakan, dan memiliki kepantasan untuk memimpin. Sebaliknya menyikapi pemilu secara emosional berarti melakukan sesuatu berdasarkan motif-motif tertentu. politik dan agama menurutnya memiliki tujuan yang berbeda. Ia berpendapat agama tujuannya untuk mengemudikan, membimbing, serta mengarahkan umatnya untuk membantu mengarungi dunia ini baik dunia maupun akhirat

mengajak semua pihak secara bersama-sama menciptakan Pemilu yang damai. Mulai dari tokoh agama sampai tokoh adat harus dilibatkan. Para tokoh ini memiliki pengaruh untuk mengajak masyarakat memilih para calon pemimpin secara rasional. Begitupun dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai lembaga penyelenggara pemilu juga harus menyerukan pemilu yang damai. “Jangan lupa juga doa lintas agama dapat diselenggarakan untuk memohon proses pemilu yang damai,” 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *