Harian Dewata

Rayakan Kemerdekaan Dengan Ideologi Pancasila

Budayawan yang akrab disapa Benny itu menyampaikan pemikirannya tentang keadaan dunia global saat ini.

“Tantangan tidak mudah di era sekarang ini, digitalisasi, tanpa batas, dan permasalahan geopolitik dunia: resesi akibat konflik Rusia-Ukraina dan Cina-Taiwan, krisis pangan, energi, dan lainnya, serta persepsi yang dapat memecah belah masyarakat di era digital ini,” serunya.

Benny membeberkan opininya tentang tantangan bangsa Indonesia.

“Bangsa kita harus keluar dari politik identitas dan masuk pada politik gagasan. Politik gagasan melahirkan ide, dialetika, dimana para elit politik mencoba bagaimana mewujudkan indonesia yang merdeka dan berdikari,” tuturnya.

Menurutnya, momen perayaan kemerdekaan ke-77 Negara Republik Indonesia ini dapat dilakukan dengan mengembalikan Pancasila sebagai roh pengambilan kebijakan bagi negara dan bangsa, menciptakan spirit Indonesia tangguh dan mempercepat pemulihan krisis di tengah pandemi COVID-19 dan resesi ekonomi global yang menghancurkan banyak negara di dunia.

“Pancasila dikembalikan menjadi ideologi: living ideology dan working ideology. Living artinya pancasila dihidupi dari masyarakat yang bersumber dari budaya dan kearifan lokal, serta working memiliki arti pancasila menjadi arah kebijakan dan pusat pikiran dan kerja masyarakat, pemerintah, elit politik, dan partai politik di Indonesia,” jelasnya.

Pancasila, lanjut pakar komunikasi politik tersebut, dapat diaplikasikan dengan ajaran Trisakti.

“Bung Karno memformulasikan konsep Trisakti, yakni: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan sebagai bentuk revolusi suatu bangsa,”

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP ini pun menyatakan Pancasila harus menjadi modal dan dasar dalam kehidupan bangsa Indonesia, dan hal itu dapat dilakukan dengan mengembalikan kembali Pancasila sebagai ideologi yang dianut secara penuh oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Kembalikan Pancasila sebagai ideologi. Mari koyakkan hati kita agar meninggalkan mentalitas serakah, korup, mau mencari muka; putuskan tali kekerasan, dan tinggikan martabat manusia sebagai ciptaanNya sebagai wujud menjadikan Sang Khalik sebagai Tuhan. Ini adalah kewajiban. Jadi manusia merdeka, memiliki kedaulatan, dan rela berkorban demi kepentingan umum

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *