Harian Dewata

Propaganda Film PKI & Propaganda Pandemi

1. Film PKI sering disebut sebagai pengingat bahaya PKI. Bagi mereka, film ini wajib diputar di bulan September untuk mengingatkan bahwa PKI masih gentayangan. Anggapan PKI masih eksis ini tidak tanggung tanggung, TNI pun menurut Jenderal Gatot Nurmantyo disusupi PKI. Pertanyaannya, kapan PKI mulai menyusupi TNI yang begitu disiplin dimana Jenderal Gatot pernah memimpin TNI?


2. Selain pihak yang begitu ketakutan dengan PKI karena dianggap masih eksis dan menyusup, ditemui juga kelompok yang menilai bahwa film PKI adalah propaganda CIA demi tujuan tertentu semisal terkait perang dagang. Dua kubu ini saling “baku hantam” wacana. Saya tidak ingin menambahi ribut sejarah 1965 yang belum bisa mereka selesaikan.

3. Saya percaya bahwa PKI pada masa dahulu pernah konflik dengan warga NU, dan hal itu adalah realitas historis, terutama di akar rumput. Entah konfliknya karena provokasi ataupun konspirasi. Famili, guru dan kiai saya semuanya pelaku sejarah 1965.

4. Saya yakin peristiwa 1965 ada unsur persaingan global antara blok Barat dan Timur. Ideologi kapitalisme dan komunisme.

5. Saya juga percaya memang ada intrik intrik PKI yang memancing warga NU bereaksi, mirip intrik intrik Wahabi yang juga memancing warga NU.

6. Saya pun yakin warga NU sudah merangkul anak turun PKI dengan diajak bersama membangun NKRI bukan malah dicurigai terus menerus. Perkara masih ada anak turun PKI yang jahat (kalau ada), saya kira anak turun yang bukan PKI juga ada yang jahat. Koruptor, bandar narkoba, teroris dan bandar judi saya kira bukan anak turun PKI, tapi mereka jahat.***

7. Sebenarnya ada isu lain yang penting dikaji, yakni isu pandemi. Selain aktual, juga menimbulkan gonjang ganjing manusia se-Indonesia, bahkan sejagat.

8. Bagi saya, virus penyebab koped adalah benar adanya. Saya juga percaya virus itu bisa menjangkiti bahkan “membunuh” orang yang komorbid (sekalipun tidak semua). Saya pun memahami virus itu punya varian, namun yang namanya varian bukan semakin mematikan, tapi mungkin semakin mudah menularkan. Saya juga mengamati fatality rate virus ini sekitar 3 persen, itupun dengan komorbid dan obat tidak relevan.

9. Saya juga percaya ada media penyebar berita koped yang membuat nyali ciut banyak orang. Saya meyakini akibat ketakutan kebacut akhirnya drop dan imun turun. Demikian pula saya membaca adanya penggunaan obat yang tidak relevan yang malah berbahaya bagi pasien. Saya juga menyaksikan ada mafia terkait koped. Saya juga melihat bahwa koruptor di saat pandemi nyata adanya.

10. Walhasil, propaganda bahwa PKI masih eksis dan sangat berbahaya adalah 11-12 dengan propaganda pandemi. Untuk menakuti masyarakat.***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *