Harian Dewata

PPKM Mampu Turunkan kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali

PPKM yang diberlakukan di luar pulau Jawa dan Bali ampuh dalam menurunkan kasus Corona. Oleh karena itu ketika program ini diperpanjang maka diharapkan dapat dipatuhi demi keselamatan bersama.

Ketika masa PPKM hampir habis, kita khawatir menunggu pengumuman, apakah diperpanjang lagi atau tidak. Saat ada pidato yang mengumumkan perpanjangannya, maka ada yang menyimpan kekecewaan karena berharap program ini dihentikan. Namun lebih banyak lagi yang legowo karena paham, kasus Corona di Indonesia masih cukup menyedihkan, sehingga wajar jika PPKM diperpanjang terus-menerus.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa memang ada penurunan tren pasien Covid pada awal Agustus 2021 di Jawa tetapi di luar pulau malah ada kenaikan. Sehingga pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM di luar Jawa dan Bali sampai 2 minggu sekaligus, yakni sampai 6 september 2021. Diharap perpanjangan ini bisa mengendalikan kasus Corona.

Menurut data tim satgas Covid, setelah ada perpanjangan PPKM (yang durasinya jauh lebih lama daripada di Jawa), maka ada penurunan jumlah pasien Covid hingga 9,6%, di luar Jawa dan Bali. Hal ini amat bagus karena diharap kasus Corona, baik di luar pulau maupun di Jawa, sama-sama turun. Sehingga jumlah total pasien Covid di Indonesia akan terus mengecil.

Keberhasilan PPKM di luar Jawa-Bali amat disyukuri karena tak sia-sia membatasi mobilitas masyarakat. Mereka juga paham bahwa program ini diberlakukan dengan durasi yang lebih lama daripada di Jawa, karena memang kasusnya pada minggu lalu lebih tinggi daripada di Jawa. Daripada ngotot untuk menghentikan PPKM dan akhirnya kena Corona, lebih baik menaati aturan program ini dan selamat dari bahaya virus Covid-19.

Dengan durasi PPKM di luar Jawa-Bali yang sengaja diperpanjang daripada di Jawa, diharap pasien Corona akan lebih sedikit lagi. Sehingga angka kasus Covid akan terus ditekan, kalau bisa sampai 0% alias tidak ada yang tertular Corona. Penyebabnya karena semua orang disiplin dalam menaati aturan PPKM dan juga menjalankan protokol kesehatan 10M dengan disiplin.

PPKM di luar Jawa-Bali memang sengaja diperpanjang dan lebih ketat aturannya, karena ada perbedaan antara di sana dengan di Jawa. Jika di Jawa ada banyak RS dan pusat kesehatan dengan fasilitas dan tenaga medis yang komplit, maka belum tentu di luar Jawa ada. Kalaupun ada, maka jumlahnya lebih sedikit, sehingga takut pasien akan berebut untuk menggunakan tabung oksigen, ventilator, dll.

Selain itu. Di luar Jawa-Bali ada yang wilayahnya berupa kepulauan, misalnya di NTT dan NTB, sehingga untuk mengendalikan kasus Corona bisa terhalang oleh jarak dan waktu. Sehingga di sana diharap masyarakat lebih menaati aturan PPKM dan tidak hanya memakai masker saat ada petugas yang merazia ke lapangan. Mereka seharusnya sadar dan menaati protokol kesehatan tanpa harus disuruh.

Kedisiplinan adalah kunci dari suksesnya PPKM, baik di Jawa maupun di luar Jawa-Bali. Seharusnya semua orang punya inisiatif untuk memakai masker dan menaati protokol kesehatan 10M, dan sadar bahwa saat ini masih masa pandemi. Sehingga harus lebih menjaga kesehatan dan imunitas tubuh.

PPKM di luar Jawa dan Bali durasinya memang sengaja diperpanjang daripada di Jawa, karena sebelumnya ada sedikit kenaikan kasus Corona. Setelah ada perpanjangan PPKM maka mulai ada penurunan jumlah pasien Covid dan diharap akan lebih turun lagi. Sehingga tidak ada lagi penularan Corona dan semua orang sehat-sehat saja.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *