Harian Dewata

Pilkada di Tengah Pandemi Diyakini Mengatrol Perekonomian

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di tengah pandemi dinilai memberikan dampak positif pada perekonomian nasional. Khususnya pemesanan alat peraga kampanye.
 
“Pemilu punya dampak menaikkan gairah ekonomi terutama yang berkaitan banyak hal, entah itu (pemesanan) spanduk, atau baliho (kampanye),” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi dalam webinar bertajuk ‘Pilkada 2020 di Tengah Pandemi Covid-19’, Minggu, 9 Agustus 2020.
 
Sosialisasi penyelenggaraan Pilkada di masing-masing daerah juga menjadi salah satu instrumen. Keperluan sosialisasi di media massa hingga kebutuhan survei, diyakini meningkatkan kegiatan perekonomian yang lesu di masa pandemi.

Terlebih terdapat 270 daerah yang terdiri dari 9 Provinsi, 37 Kota, dan 224 Kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020.
 
“Bahkan sebelum penetapan pun ada banyak bakal calon yang bekerja untuk menaikkan popularitas termasuk juga di media massa, media sosial dan seterusnya,” ucap Burhanuddin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan terdapat lebih dari Rp20 triliun dana yang beredar saat penyelenggaraan Pilkada 2020. Pilkada 2020 membutuhkan biaya Rp24 triliun.
 
“Mungkin dana dikeluarkan para calon bupati, wali kota, gubernur itu bisa minimal Rp10 triliun sendiri. Sehingga saat Pilkada kemungkinan Rp34-35 triliun,” kata Airlangga dalam konferensi pers virtual Pemulihan Ekonomi Nasional dan Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, Rabu, 8 Agustus 2020.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *