Harian Dewata

Permudah Dunia Usaha, Omnibus Low RUU Cipta Kerja Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja memicu banyak perdebatan saat digodok pemerintah dan DPR. Meski demikian, pemerintah menilai Omnibus Law dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan makro ekonomi Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menjelaskan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang saat ini masih dibahas pemerintah dan DPR akan memberikan manfaat bagi perekonomian dalam negeri bila sudah diundangkan. Omnibus Law akan memberikan peluang atau mempermudah perizinan bagi dunia usaha.

Di mana akan ada deregulasi dan debirokrasi terhadap aturan dan birokrasi yang kaku. Ini sangat dibutuhkan investor untuk menginvasi asetnya ke Indonesia.

“Tentu kita perlukan transformasi struktural perekonomian dan transformasi struktural ini bisa dilakukan dengan perizinan yang mudah ketika adanya debirokratisasi,” ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Menurut Airlangga, era 4.0 merubah cara orang bekerja. Di mana, budaya kerja diakselerasi teknologi. Sebab itu harus ada penyesuaian perundang-undangan kerja dengan perubahan tersebut. Terutama, terkait dengan transformasi struktural yang lebih mudah mengurus izin usaha.

Dia menyebutkan, revisi aturan struktural hanya bisa dilakukan dengan Omnibus Law. Segala perizinan usaha akan dipermudah.

“Revisi struktural ini bisa dilakukan dengan Omnibus Law dan diharapkan Omnibus Law akan banyak perizinan yang disederhanakan, kemudian dibuat iklim yang lebih sesuai dan ini yang sangat ditunggu oleh investor,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan, Omnibus Law RUU Cipta Kerja banyak mendapat dukungan penuh dari pengusaha di berbagai bidang.

Ini disampaikan Fadjroel menanggapi hasil survei dari Indikator Politik Indonesia terhadap pelaku usaha mikro, kecil menengah dan besar yang dirilis Kamis (23/7/2020) secara daring (dalam jaringan).

“Dari hasil survei ini, bisa dikatakan kebijakan yang saat ini diambil pemerintah terkait perubahan pada organisasi dan regulasi melalui Omnibus Law RUU Cipta Kerja ini didukung penuh para pengusaha,” kata Fadjroel

Dalam survei, 44 persen responden terdiri pengusaha di tujuh bidang menganggap aturan saat ini justru mempersulit kegiatan usaha mereka. Karena itu, Omnibus Law RUU Cipta Kerja ini dibutuhkan untuk mempermudah perizinan di dunia usaha.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *