Harian Dewata

Peranan Gen Z dalam Penerapan dan Penguatan Pancasila di Era Digital

Indonesia adalah negara yang mempunyai segala macam sumber kekayaan yang besar dan melimpah,baik itu didalam aspek kemanusia, sumber daya alam dan teknologinya. Segala sesuatu yang mengisi negara Indonesia tentunya sangat berpotensi untuk memajukan negara dalam segala aspeknya terutama menghadapi era yang serba digital.Dunia digital ini juga membawa banyak peluang dan manfaat yang besar dantentunya tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga berdampak besar bagi kepentingan bisnis. Namun, di setiap bidang kehidupan, ada saja tantangan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan efisiensi. Penggunaan berbagai teknologi sangat nyaman untuk ditinggali, tetapi terlebih lagi dalam gaya hidup digital Itu tergantung pada penggunaan ponsel dan komputer.

Kemajuan teknologi dan era digital di berbagai belahan dunia membawa pengaruh besar dalam aspek kehidupan. Semakin pesatnya kemajuan teknologi membuat segala aktivitas lebih praktis serta penyebaran informasi yang sangat cepat. Mahasiswa sebagai pilar dari kaum muda sekaligus generasi milenial merupakan elemen penting dan peran yang signifikan dalam kemajuan di era digital ini. Sehingga mahasiswa perlu mengidentifikasi serta menyaring segala informasi yang tersebar luas di internet dalam mengambil sisi positifnya dan membuang sisi negatifnya. Di dunia pendidikan terutama di perguruan tinggi, mahasiswa yang memilki kemampuan literasi digital dapat menggunakan dunia digital sebagai alat atau sumber untuk belajar baik secara akademik maupun secara non akademik.

1.Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila pada Generasi Z

Di era globalisasi tentunya akan selalu terjadi krisis kepribadian dan krisis moral. Menurut Pancasila, hubungan sosial yang serasi, dan seimbang antara individu dan masyarakat tidak bersifat netral, melainkan dijiwai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam sila Pancasila sebagai satu kesatuan. Orang harus hidup dan bekerja sama dengan orang lain dalam masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan penanaman kembali Pancasila agar terus dipelajari oleh generasi muda khususnya pelajar, yaitu agar setiap orang dapat mulai belajar di Indonesia, misalnya dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Atau bahkan kuliah.

Penerapan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat diterapkan oleh orang tua dan lingkungan juga dapat menyebarkan nilai-nilai Pancasila. Selain itu pendidikan kewarganegaraan juga penting untuk mempelajari dan mendidik anak agar hidup sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang ada. Penerapan nilai-nilai Pancasila pada Generasi Z dapat dilakukan melalui kegiatan berorganisasi. Kegiatan organisasi ini penting karena di sana Anda akan belajar gotong royong, mengutarakan pendapat, pertimbangan dan pengakuan terhadap perbedaan antar manusia.

2. Ciri-Ciri Generasi Z

Generasi Z merupakan generasi muda yang tidak bisa lepas dari teknologi. Generasi Z merupakan generasi yang ada pada tahun 1997 hingga 2015, menjadikan mereka sejak awal sudah mengenal teknologi. Karena hal ini menjadikan generasi ini sebagai generasi yang tidak bisa lepas dari teknologi dan harus melekat pada teknologi. Kehidupan di media sosial sangat penting bagi anak-anak, sehingga banyak dari mereka yang kurang tertarik dengan nilai-nilai Pancasila. Memiliki etika dan moralitas yang baik merupakan tantangan bagi para pewaris bangsa. Generasi Z juga memiliki pola pikir sosial yang buruk dan menyulitkan mereka untuk berintegrasi dengan lingkungan sekitar, sehingga sulit memahami diri sendiri bahkan tetangganya.

Generasi Z sudah mengenal teknologi dan media sosial sejak dini. . Ketika mereka tiba, teknologi mengambil alih dunia, sehingga mereka mendapat julukan Generasi Internet atau iGeneration. Generasi Z juga mempunyai kelebihan, salah satunya adalah mereka dapat melakukan multitasking, mereka dapat melakukan beberapa aktivitas menggunakan ponselnya, seperti mendengarkan musik sambil browsing web menggunakan PC. Generasi Z juga merupakan generasi yang mandiri dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka dapat mempelajari sesuatu atau bahkan mengambil keputusan tanpa harus bergantung pada orang tua.

Hal ini memungkinkan Generasi Z untuk tumbuh bekerja dan belajar secara mandiri, sehingga akan menciptakan keberagaman saat mereka memasuki dunia kerja. Prioritas generasi Z juga berbeda dengan generasi sebelumnya: mereka mengutamakan uang dan bekerja terlebih dahulu. Bagi Generasi Z, mereka tidak bisa lepas dari teknologi dan informasi yang bisa mereka peroleh setiap saat melalui gawainya. Hal ini dapat menjadi hal yang positif, karena Generasi Z akan dengan mudah mendapatkan informasi dari internet tanpa adanya batasan waktu dan lokasi, namun hal ini juga menjadi tantangan bagi Generasi Z yaitu harus memilih memilih informasi yang ada. Jika Generasi Z tidak bijak dalam memilih informasi, maka nilai-nilai Pancasila, pandangan hidup, nasionalisme, dan tujuan nasional bisa terpengaruh.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *