Harian Dewata

Jubir Penanganan Covid-19 Ajak Masyarakat Bali Mengkaji Kearifan Lokal untuk Perkuat Prokes

Menurut Intruksi Menteri dalam Negeri No 39 Tahun 2021 yang dikeluarkan keluar pada 6 September lalu, tinggal Ponorogo dan Magetan yang masih kategori PPKM level 4 di Jawa Timur.

Sedangkan sembilan kota dan kabupaten di Bali masih level 4. Oleh karenanya Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro mengajak masyarakat gencar bersama jalankan protokol kesehatan untuk capai level PPKM yang baik.

“Turunkan status, kurangi angka pasien rumah sakit, tekan harga kematian dan naikkan jumlah orang diperiksa dan naikkan angka kesembuhan,” ungkapnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (8/9/2021).

Sebuah studi kata Reisa sudah diterbitkan secara internasional yang menyatakan bahwa di provinsi Bali tingkat kepatuhan masyarakat terhadap prokes terkait dengan norma sosial.

“Hal ini sesuai dengan persepsi, mamfat dan nilai kesehatan jasmani. Oleh karena itu berbagai upaya harus diberlakukan memperkuat dapat adaptasi masyarakat Bali terhadap kebiasaan baru,” katanya lagi.

Sehingga nantinya dapat memperkuat produktif dan aman Covid-19. Upaya ini kata Reisa dapat dilakukan dengan, mengkaji kearifan lokal leluhur.

“Seorang kurator museum Lontar Karang Asem, bli Sugi Lanus mengatakan berbagai lontar menunjukkan bukti bahwa para leluhur sangat tanggap pada penanganan wabah di masa lalu,” papar Reisa.

Di antaranya seperti mengatur upacara yang memungkinkan memunculkan kerumunan. Serta seruan menjaga kondisi badan agar tetap sehat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *