Harian Dewata

Investasi SDM, Kunci Membangun Papua

Staf Khusus Presiden Indonesia Billy Mambrasar menyatakan investasi sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci membangun Papua. Menurutnya, manusia merupakan faktor utama keberhasilan pengembangan Papua untuk bergerak maju ke depan. 

“Salah satu upaya mengembangkan SDM adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi,” kata Billy dalam webinar berjudul “Prosperous Papua: Human, Economic, and Infrastructure Development”, Sabtu, 8 Agustus 2020. 

Selama ini, kata dia, pemuda-pemuda Papua masih cukup sulit memperoleh beasiswa untuk dapat melanjutkan pendidikan di luar Papua. Padahal, pendidikan adalah modal utama para pemuda Papua untuk dapat memajukan wilayahnya.

“Pendidikan bukan sekadar pengajaran atau transfer ilmu dari pengajar kepada murid, tetapi memberikan sumber pengetahuan yang lebih bersifat human development dalam segala aspek,” kata salah satu anggota Papua Muda Inspiratif (PMI) itu.

Menurutnya, pengetahuan akan menjadi investasi terbesar yang dapat dimanfaatkan oleh para pemuda Papua untuk membangun dan memajukan Papua. Berbekal ilmu pengetahuan tersebut, masyarakat Papua akan memiliki pengetahuan mengenai wilayahnya, mampu mengidentifikasi apa saja yang mereka butuhkan, dan menemukan solusi untuk mewujudkannya. 

Ia berharap para investor yang membuka bisnis di Papua juga dapat menjalankan tiga prinsip utama. Yakni, mempekerjakan orang papua (directly), memberikan tempat yang layak atau patut bagi warga Papua (properly), dan tidak merusak sumber daya alam yang ada (correctly). 

“Yang kami minta pada pemerintah sangat simpel. Please trust us and please work with us. We can colaborate with you on developing our land and developing our people and our nation,” kata Billy. 

Manajer Program PMI Regional Jayapura, Brigitta Hisage, menyampaikan PMI merupakan salah satu jalan berinvestasi dalam hal pendidikan untuk para pemuda Papua. Saat ini PMI tengah menyusun sebuah konsep kolaborasi dengan pemerintah untuk mendesain sistematika proses training dalam bentuk sistem coaching dan mentoring

“PMI berharap program ini mampu menciptakan anak muda Papua yang inovatif dan mempunyai pola pikir modern,” kata Brigitta.

Salah satu program PMI yang saat ini tengah dijalankan adalah program Mama Market. PMI mendata mama-mama Papua dan menampung hasil kebun berikut gula dan beras untuk kemudian dipasarkan di Pasar Mamtaa, sebuah pasar murah yang menjual bahan-bahan pokok. 

“PMI juga mempekerjakan mahasiswa-mahasiswa yang membutuhkan pekerjaan sampingan sebagai kurir,” kata dia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *