Harian Dewata

Ini Syarat Masuk Mal dan Tempat Wisata di Bali

Berikut ini syarat masuk mal dan tempat wisata di Bali selama masa perpanjangan PPKM.

Pengunjung wajib sudah mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan sudah divaksin Covid-19 dosis kedua.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Bali diperpanjang hingga 13 September 2021 mendatang.

Meski masih berada di level tertinggi, Pemprov Bali mulai uji coba membuka mal dan tempat wisata dengan sejumlah syarat dan ketentuan.

“Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50 persen.

Tempat-tempat tersebut beroperasi sampai dengan pukul 21.00 Wita,” kata Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan tertulis, Selasa 7 September 2021.

Koster menyebut, pembukaan mal itu wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Aplikasi itu nantinya digunakan untuk skrining terhadap semua pegawai dan karyawan termasuk juga pengunjung pusat perbelanjaan, mal, atau pusat perdagangan terkait.

“Sedangkan pengunjung yang diizinkan masuk ke pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan adalah pengunjung yang telah memperoleh vaksinasi Covid-19 dosis kedua,” kata dia.

Mereka yang masuk kelompok masyarakat risiko tinggi seperti wanita hamil, penduduk usia di bawah 12 tahun juga orang di atas 70 tahun, tidak diizinkan memasuki pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan.

Restoran, rumah makan, kafe di dalam pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan dapat menerima makan di tempat atau dine in dengan kapasitas maksimal 25 persen dan waktu makan maksimal 30 menit.

“Bioskop, tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan, ditutup,” tuturnya.

Selain pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan, Koster juga melonggarkan aktivitas di tempat wisata.

Daya Tarik Wisata (DTW) Alam, Budaya, Buatan, Spiritual, dan Desa Wisata dilakukan uji coba dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

Pembukaan tempat wisata itu, lanjut dia, harus menerapkan protokol kesehatan sangat ketat dan juga menggunakan Aplikasi PeduliLindungi.

Sedangkan bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara dapat menunjukkan hasil negatif antigen (H-1) dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, dan hasil negatif PCR H-2 jika baru memperoleh vaksinasi dosis pertama.

“Bukti telah mengikuti vaksinasi ditunjukkan melalui Aplikasi PeduliLindungi,” pungkasnya.

Seluruh kebijakan pelonggaran aktivitas masyarakat tersebut diatur dalam SE Nomor 15 Tahun 2021.

Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Sumber : Tribun Bali

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *