Harian Dewata

Diplomasi Jokowi Untuk Kesuksesan KTT G20 Patut Diapresiasi

Presiden Joko Widodo di akun Youtube Setneg menyampaikan sejumlah informasi penting terkait penyelenggaraan kegiatan G20 di tengah berkecamuknya ketegangan dunia sebagai akibat perang di Ukraina. Menurut Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, ada tiga hal yang patut diapresiasi.

“Pertama, apresiasi perlu diberikan kepada Presiden Jokowi yang telah melakukan pembicaraan ke sejumlah kepala pemerintahan dan kepala negara, termasuk Rusia dan Ukraina, agar perang segera dihentikan di Ukraina,” ucap Hikmahanto, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Sabtu, 30 April 2022.

“Harapan Presiden yang mengimbau agar perbedaan antar negara bisa diselesaikan secara damai selaras dengan amanat yang termaktub dalam Pasal 2 ayat 3 Piagam PBB,” sambungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

HappyInspireConfuseSad
Selanjutnya, ungkap Hikmahanto, apresiasi juga patut diberikan kepada Presiden Jokowi yang menolak dengan tegas permintaan bantuan berupa senjata dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Hikmahanto menilai, Presiden Jokowi dengan tepat melakukan penolakan permintaan atas dasar konstitusi dan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Preambul UUD 1945 menyebutkan salah satu alasan dibentuknya pemerintah adalah untuk ikut dalam ketertiban dunia.

Sikap Indonesia untuk tidak membantu persenjataan jelas berbeda dengan AS dan negara-negara sekutunya yang justru terus memasok persenjataan. Pemberian bantuan senjata ke Ukraina justru memperburuk situasi, bahkan dapat meningkatkan ketegangan

Saat ini perang telah bergeser tidak lagi antara Rusia dengan Ukraina, melainkan antara Rusia dengan AS dan sekutunya. Hikmahant mengatakan Ukraina hanya dijadikan medan perang tanpa memperhatikan sisi kemanusiaan rakyat Ukraina.

“Terakhir, apresiasi patut diberikan kepada Presiden Jokowi karena telah mengundang Presiden Zelensky ke pertemuan KTT G20. Sebagai Presiden G20, layaknya Presiden G20 sebelumnya, Indonesia memiliki diskresi untuk mengundang siapa pun yang dianggap penting bagi pertemuan KTT G20. Tahun kemarin, Italia mengundang Singapura yang bukan anggota G20 untuk hadir,” sebut Hikmahanto.

Undangan terhadap Zelensky dalam rangka memastikan agar AS dan sekutunya dapat hadir di KTT G20 pada November mendatang.

“Bagi Indonesia, kehadiran dari kepala pemerintahan dan kepala negara dalam KTT G20 sangat penting karena pada forum tersebut akan diambil keputusan yang akan mempengaruhi perekonomian dunia dan lingkungan hidup,” pungkas Rektor Universitas Jenderal A Yani itu.

Leave a Comment

Your email address will not be published.