Harian Dewata

Berikan Hak Suara Dengan Baik Pada Pemilu 2024

Jangan biarkan orang lain mengambil keputusan mengenai nasibmu,tanpa kamu terlibat di dalamnya…..”kata kata bijak yang pernah disampaikan oleh orang orang terdahulu,sepertinya relevan dengan apa yang kita jalani saat ini.

Di tahun 2024 yang akan datang terdapat event spesial yaitu, Pesta Demokrasi Rakyat Indonesia Pemilu 2019. Sebagai warga negara indonesia yang baik, kita perlu turut ikut menggunakan hak pilih kita. Karena dibalik negara yang maju, terdapat rakyat yang aktif positif.

Demokrasi perlu dikelola supaya hak suara dapat mendukung lahirnya pemimpin bangsa yang mampu dan layak mengelola bangsa ini. Salah satu bukti warganegara yang baik ialah ikut bertanggungjawab (wajib) dan berhak untuk andil dalam menciptakan kesejahteraan hidup bermasyarakat. pemilihan umum (pemilu) merupakan sarana kedaulatan rakyat.

Satu suara Anda sangat berguna bagi bangsa. Gunakan dan jangan sia-siakan!

Ada 4 alasan utama mengapa kita harus menggunakan hak pilih di  Pemilu 2024 :

Kita harus menjadi warganegara yang baik. Salah satu bukti warganegara yang baik ialah ikut bertanggungjawab (wajib) dan berhak untuk andil dalam menciptakan kesejahteraan hidup .

Pemilihan umum (pemilu) merupakan sarana kedaulatan rakyat. Pemilihan umum merupakan cara terbaik dan bermartabat bagi rakyat untuk secara langsung berpartisipasi dan memilih Presiden/Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi dan Kabupaten/Kota dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Kepala Daerah baik tingkat I maupun tingkat II.

Bertanggungjawab memilih Presiden/Wakil Presiden, Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Kepala Daerah baik tingkat I maupun tingkat II yang mempertahankan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, menciptakan kesejahteraan hidup bermasyarakat serta kehidupan masyarakat inklusif.

Jika kita tidak menggunakan hak pilih (golput), kesempatan memilih pemimpin justru akan digunakan oleh orang/pihak lain. Akan sangat berbahaya kalau yang menggunakan hak itu justru orang/pihak yang tidak bertanggungjawab terhadap kelangsungan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, kesejahteraan hidup bermasyarkat dan yang menjaga prinsip inklusif-toleran.

Jadilah  Pemilih Yang Cerdas.

Pemilih yang cerdas dimaksudkan sebagai pemilih yang sebelum menggunakan hak pilih perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman akan beberapa hal yang cukup sebelum memutuskan pilihannya.

Beberapa hal yang dimaksud seperti terdaftar sebagai pemilih, ideologi dan program parpol pengusung paslon, rekam jejak dan tawaran program paslon.

Lalu, bagaimana caranya menjadi pemilih yang  cerdas itu?

kita perlu memastikan telah terdaftar dalam daftar pemilih dan bila tidak terdaftar, pada tanggal pemungutan suara, tetap dapat menggunakan hak pilih dengan menunjukkan KTP elektronik, kartu keluarga, paspor dan/atau identitas lain untuk memilih di TPS sesuai domisili.

Kemudian Cari dan cermati ideologi dan program kerja partai politik pengusung. Utamakan ideologi dan program kerja partai politik yang benar-benar mengawal Pancasila, kebhinneka tunggal ikaan dan memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Cari dan cermati tawaran program kerja pasangan calon selama masa kampanye baik itu tertutup maupun kampanye secara terbuka.

Cari dan cermati rekam jejak pasangan calon (moral, sosial kemasyarakatan, organisasi, dan aspek lainnya) melalui berbagai informasi yang tersedia.

gunakan informasi seputar pilkada di media sosial secara cermat dan bijak.

Hindari usaha-usaha yang menjebak pada ujaran kebencian, hoax dan adu domba keberagaman masyarakat.

setelah mencermati pilihan paslon, lalu jatuhkan pilihan secara sukacita guna menjamin kelangsungan hidup dan peningkatan kesejahteraan bersama. Yang perlu diingat, memilih bukan karena terdorong oleh iming-iming dari paslon.

Saat kita memaklumi dan menerima politik uang maka kita sedang menanam serta ikut menyuburkan praktek korupsi. Oleh karena itu, TOLAK POLITIK UANG.

Hendaknya kita ikut terlibat dalam bidang politik, dengan memberikan yang terbaik dari diri kita sendiri.Tak satupun dari kita mengatakan, saya tidak ada hubungannya dengan politik,biarlah mereka yang mengatur padahal berpolitik, merupakan salah satu bentuk tertinggi dari karya amal,Karena melayani kepentingan umum. Kita semua harus memberikan sesuatu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *